Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Islam Madura Dipercaya Menjadi Pengurus APPTNU Masa Khidmat 2026–2028

Pustakawan UPT Perpustakaan Universitas Islam Madura Dipercaya Menjadi Pengurus APPTNU Masa Khidmat 2026–2028

PAMEKASAN – Kepala UPT Perpustakaan Universitas Islam Madura dipercaya untuk bergabung dalam kepengurusan Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) Masa Khidmat 2026–2028. Amanah tersebut ditetapkan dalam rangkaian Seminar Nasional, Pelantikan Pengurus, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APPTNU Tahun 2026 yang mempertemukan para kepala perpustakaan, pustakawan, serta pengelola perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelantikan pengurus menjadi salah satu agenda penting dalam kegiatan nasional APPTNU yang tahun ini mengusung semangat transformasi perpustakaan melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI). Selain sebagai forum pengukuhan kepengurusan baru, kegiatan tersebut juga menjadi wadah penyusunan arah kebijakan organisasi, penguatan jejaring antarperpustakaan PTNU, serta penyusunan program kerja strategis yang mendukung pengembangan perpustakaan di era digital.

Kepercayaan yang diberikan kepada Kepala UPT Perpustakaan Universitas Islam Madura merupakan bentuk apresiasi terhadap kompetensi dan kontribusi yang selama ini telah ditunjukkan dalam pengembangan layanan perpustakaan. Keterlibatan dalam organisasi profesi tingkat nasional diharapkan mampu memperluas jejaring kolaborasi, memperkuat sinergi antarperpustakaan, serta membuka berbagai peluang kerja sama dalam bidang pengembangan layanan, peningkatan kompetensi pustakawan, penelitian, dan penguatan budaya literasi di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama.

Keikutsertaan dalam kepengurusan APPTNU juga menjadi momentum penting bagi UPT Perpustakaan Universitas Islam Madura untuk berperan lebih aktif dalam berbagai program pengembangan perpustakaan di tingkat nasional. Melalui forum tersebut, perpustakaan tidak hanya menjadi penerima informasi dan kebijakan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk turut berkontribusi dalam penyusunan berbagai program strategis yang berkaitan dengan transformasi layanan perpustakaan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan ekosistem perpustakaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, para peserta juga mengikuti Seminar Nasional yang membahas implementasi kecerdasan buatan dalam pengelolaan perpustakaan perguruan tinggi. Berbagai materi yang disampaikan memberikan gambaran mengenai peluang pemanfaatan AI dalam meningkatkan kualitas layanan informasi, pengembangan repositori institusi, layanan referensi digital, pengelolaan data, hingga peningkatan pengalaman pemustaka melalui layanan yang lebih cepat, tepat, dan adaptif. Di sisi lain, seminar juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip etika, keamanan data, serta peningkatan kompetensi pustakawan agar pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat secara optimal.

Rapat Kerja Nasional APPTNU menghasilkan sejumlah agenda prioritas organisasi yang akan menjadi fokus pelaksanaan program selama masa khidmat 2026–2028. Beberapa di antaranya meliputi penguatan kolaborasi antarperpustakaan PTNU, peningkatan kompetensi pustakawan melalui pendidikan dan pelatihan, pengembangan perpustakaan digital, optimalisasi repositori institusi, penguatan literasi informasi, serta pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai bagian dari transformasi layanan perpustakaan perguruan tinggi.

Bagi Universitas Islam Madura, keterlibatan dalam kepengurusan APPTNU menjadi langkah strategis untuk memperkuat eksistensi institusi dalam jejaring perpustakaan perguruan tinggi tingkat nasional. Melalui kolaborasi tersebut diharapkan akan terbangun berbagai program bersama yang mampu meningkatkan mutu layanan perpustakaan, memperluas akses terhadap sumber informasi ilmiah, serta mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara lebih optimal.

UPT Perpustakaan Universitas Islam Madura berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan sivitas akademika. Amanah yang diberikan melalui kepengurusan APPTNU ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi, pembelajaran, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan Universitas Islam Madura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top